Cucuku…

Blog Anak Kampung Bau Lisung

18 Ramadhan


hari ini tanggal 19 Ramadhan 1436 H, semalam ada hal yang menghenyakkan jiwa saya.. tanya yang menimbulkan berjuta tanya kembali.. dan membuat saya kembali menulis.. bercerita di blog ini yang hampir setahun lalu saya lupakan atau terlupakan..

semalam.. setelah sholat isya sebelum sholat tarawih, seperti biasa diberikan ceramah. kebetulan hari itu yang ceramah Ustdz Dani Anwar. seperti biasa saya mengisi ceramah itu dengan tilawah.. bukan apa-apa.. karena ceramah masih bs saya dengarkan dengan sembari tilawah..

Tapi.. malam tadi tidak demikian.. setelah salam dan do’a pembuka.. ustadz membuka ceramahnya dengan pertanyaan..

“Hadirin kamu muslimim dan muslimat… shoimin dan shoimat yang berbahagia.. kita saat ini telah melewati hari ke 18 ramadhan.. alhamdulillah wasyukurillah bahwa kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan sampai hari ini”

“lalu.. apa yang telah kita dapatkan dari 18 hari puasa yang kita jalankan ini?

APAKAH HATI KITA TELAH LEMBUT?

APAKAH NAFSU KITA TELAH TERKENDALI?

APAKAH NIAT KITA SUDAH DIPERBAIKI?

APAKAH KETAATAN KITA BENAR-BENAR SUDAH KARENA ALLAH?

kalo belum.. lalu apakah yang kita semua dapatkan dari puasa yang kita jalani selama 18 hari ini..

bahwa puasa yang kita jalani seharusnya memberikan efek bagi kita, pengendalina diri, kelembutan hati, ketaan yang semakin erat. interaksi yang semakin intens dengan Al-qur’an..

Allah tidak membutuhkan puasa kita.. sholat-sholat kita.. tilawah kita.. yang membutuhkan itu semua adalah kita sendiri..

kuasa Allah tidak akan berkurang sedikitpun apabila kita tidak puasa, tidak sedekah, tidak sholat dan sebagainya.. tapi apakah yang akan terjadi apabila kita tidak sholat, puasa, sedekah dll?

puasa yang capek-capek kita laksanakan semestinya memberikan efek yang banyak bagi diri kita.. kalau tidak? mungkin ada yang salah dengan puasa kita..

renungan dan hentakan jiwa yang dahsyat bagi saya..

kalo selama ini hati kita masih keras.. ketaaatan kita masih maju mundur.. pikiran kita masih diisi dengan dunia.. lalu.. apa yang kita dapatkan puasa selama bertahun-tahun lamanaya selama ini?

astagfirullah..

Juli 6, 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pasrah


Astagfirullah.. astagfirullah.. astagfirullah..
banyak nikmat yang harus aku syukuri dibandingkan dengan terus berkeluh kesah
banyak hal yang bisa aku lakukan dibanding menangis terus menerus yang tak berujung
banyak hal yang bisa aku lakukan dibandingkan dengan meratapi apa yang telah terjadi..

rabbi.. memang sakit kurasakan.. pedih.. luka batin ini.. lewah jiwa ini
sampai batas mana limit yang Kau berikan padaku
luka.. sampai aku tak mengerti seberapa dalam luka ini
sakit.. sampai aku tak tahu seberapa obat penahan sakit yang harus aku telan..
jiwa ini terhempas dalam buaian badai.. tak sanggup aku menahannya
tetesan darah mengalir sampai aku tak tau bagaimana kondisi jiwa
bahkan dalam lelap aku terbangun.. menangis kemudian terbangun lagi dan mimpi membawaku dalam pusaran air mata..
sampai kapankah?? tak sanggup jiwa ini menahannya Rabb..

aku terluka.. sungguh!!
jiwa ini tak sanggup lagi menahannya..
aku terluka.. sungguh!!
mata ini tak sanggup menahan tetesannya
aku terluka.. sungguh!!
lelah ini tak sanggup mengabaikannya..

rabbi.. aku mohon padaMu maaf atas setiap khilafku
aku mohon ampun atas setiap dosa-dosaku
aku mohon ekkuatan untuk menerima apa yang menajdi takdirMu
dan aku mohon pengganti atas setiap yang lepas dari jiwaku..

Engkau pemilik hati..
Engkau adalah penyembuh
Engkau adalah obat
Engkau adalah pusara jiwa semesta
kuserahkan padaMu Rabb.. atas setiap keletihan jiwa
atas setiap kerisauan tanya
atas setiap kepastian harap
padaMu ku berpasrah

September 20, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Esensi Bahagia


Apa yang kita cari di dunia ini?
Harta?
Tahta?
Wanita? pria?
Ilmu yang luas?
Anak2 yang lucu?
cukupkah kita bahagia ketika mendapatkan semuanya?
ataukah kita masih jua gelisah

renungan hari ini membawa saya melayang pandang, karena sejatinya tak ada manusia yang ditakdirkan dalam kesempurnaan..
kita mungkin mendapatkan harta, tahta?wanita?? ilmu yang luas?? mungkin allah beri kesukaran anak.. kita bahagia? kita belum bahagia karena belum punya anak..
kita mendapatkan harta, tahta, ilmu yang luas.. mungkin Allah beri kesukaran jodoh yang tak kunjung datang.. kita bahagia? kita masih gelisah karena kita masih belum mendapatkan jodoh
kita mungkin mendapatkan keluarga, anak yang banyak, ilmu yang luas tapi allah beri keuslitan harta, apakah kita bahagia?? saya yakin.. kita masih belum jua bahagia karena kesulitan harta..
lalu?? kapankah akan bahagia??

sejatinya bahagia ada dalam diri kita, bahagiaada ketika rasa syukur itu tercipta, rasa sukur itu ada ketika kita meyakini akan kemahabesarannya.. keyakinan akan kemahabesaran itu adalah bukti kita mengakui adanya sang pencipta, ketika dekat denganNya..

ya.. bahagia itu adalah ketika kita dekat dengan sang maha pencipta, ketika kita dekat dengan Rabb kita, ketika kita memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya.. apapun kondisi kita, apapun adanya kita..

ya.. bahagia itu adalah bersamaNya.. bersama Rabb semesta raya..

dekatkan kita dengan sang pencipta, maka kau akan bahagia..

Maret 2, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

hihihi…


hihihi...

hihi lagi..

okeeee....

masker days

kesenangan lain di tempat kerja

Januari 25, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

MASIH TENTANG CINTA


MASIH TENTANG CINTA… dan masih tulisannya Tony Raharjo.. entahlah.. tulisan dia lagi-lagi menarik perhatian saya malam ini..

1. ukuran termudah dan logis tentang cinta adalah amal | yaitu tentang pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan untuk cinta-cinta kita
2. mudah melihat bukti cinta seorang ibu dengan melihat kerasnya dia mengurus anak dari mata terbuka hingga mata terpejam
3. cinta itu tindakan | itu yang membuat cinta logis dan terukur |
4. smakin banyak yang kt lakukan,smakin banyak cinta yang kt miliki| smakin besar hal yg kt pbuat,smakin besar pula gambaran keagungan cinta kt
5. maka jika cinta berbuatlah
6. cinta adalah kebaikan | diksi kata cinta adalah baik dan positif
7. deskripsi cinta adalah pemimpin agung yang adil bkn perompak kejam yg bengis, suami yg tanggung jawab bukan bang toyyib yg tak pernah pulang
8. sederhananya cinta adalah gambaran penuh kebaikan, hidup dengannya mampu membaikkan segalanya
9. cinta juga membuat pelakunya akan semakin membaik, atau memantaskan diri menjadi lebih baik |
10. para pecinta sadar, pencarian sejati manusia adalah pencarian tentang kebaikan | tak peduli siapapun kita,
11. karenanya juga para pecinta tau, sewaktu mereka memutuskan untuk mencintai | mereka akan dinanti kebaikanya oleh sang cinta . Itu fitrahnya
12. muara cinta dari sepasang manusia | adalah pernikahan | maka disanalah muara kebaikan dari setiap lelaki, dan perempuan tersalur
13. ini beratnya, karna kebaikan tidak berteman lama dengan kepura-puraan
14. tampak baik cukup untuk memikat semua perempuan | tapi belum tentu cukup untuk merawat kesetiaan |
15. betapa banyak hubungan pernikahan kandas | hanya karena alasan, ia tak sebaik kelihatanya |
16. berbuat baik adalah perintah setelah ruku’ dan sujud, |
17. seperti halnya ruku dan sujud berbuat baik tidak bisa pura-pura | ada keikhlasan disana | hanya untuk Allah dan berharap balas hanya dari Allah |
18. disini tidak ada ruang untuk, kepura-puraan | karna Allah Maha Tau Segalanya |
19. “Hai orang – orang beriman, ruku’ sujud sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan.”

Januari 25, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tidak Sempurna


Diantara tumpukan barang yang harus aku pack.. diantara banyak ide  ingin aku tulis, tapi entahlah kenapa tiba-tiba buntu. dan lebih tertarik pada tulisan seorang temen Tony Raharjo namanya… dia suami dari temen dalam lingkaran saya waktu di kampus.. menarik dan cukup inspiratif.. judulnya ” TIDAK SEMPURNA”

1. Maaf Allah itu bisa menenggelamkan dosa-Dosa
2. Ridho allah bisa memenuhi semua harapan,
3. Cinta Allah itu bisa mengalahkan logika, dan kasih sayang Allah dapat membuat orang tidak membutuhkan apapun (yahya bin Muadz)
4. Tak ada yang paling bertanggung jawab mentukan langkah hidup kita, melainkan kita sendiri.
5. Keadaan apapun tak pernah bisa memaksa kita melakukan sesuatu yang memburukkan diri kita, melainkan atas keputusan langkah kita sendiri
6. melempar kesalahan pada orang lain, adalah mencari alasan. Sedang orang yang gemar mencari alasan biasanya gemar mendustai diri sendiri
7. Dusta pada diri sendiri adalah dusta yang paling berat, sebagiaman jujur pada sendiri adalahkejujuran yang paling berat.
8. Butuh kesadaran tingkat tinggi untuk bisa jujur dan tidak berdusta pada diri sendiri,
9. kesadaran yang muncul dari keberanian. kebranian untuk mengakui, kita lemah dan tidak sempurna
10. Maka jujur pada diri sendiri adalah masalah besar untuk yang selalu ingin sempurna
11. Karena sempurna, seringkali tidak memberi toleransi pada kelemahan. Tidak memberi ruang bagi kekurangan.
12. Sempurna itu bidadari cantik yang berleher jenjang dan berkulit bening
13. Sempurna itu taman yang mengalir sungai dibawahnya yabg tunbuh pohon dengan buah ranum yang tak berbungkus kulit
14. Sempurna itu adalah kenikmatan yang tak pernah bosan untuk dinikmati
15. Sempurna itu adalah kebahagiaan yang tak kan habis untuk dirasakan
16. Sempurna itu surga, sempurna itu cita-cita akhir perjalanan kita.
17. Jadi sebelum sampai padanya, terimalah ketidaksempurnaan termasuk ketidaksempurnaan diri kita
18. Karena memang dunia bukan lahan kesempurnaan, disini lahan ketidaksempurnaan
19. Dunia tidak sempurna, jangan heran sulit mencari keadilan di dunia
20. Tapi di tempat yang sempura kelak, ada keadilan luar biasa yang bahkan bisa mengadili ketidakadilan di dunia, sempurna bukan?
21. Maka jika hari ini kita terpuruk atau gagal dalam melangkah, terima saja. Terima sebagai bagian dari ketidaksempurnaan kita.
22. Tapi belum tentu ketidaksempurnaan kita di dunia menutup jalan kesempurnaan surge kita.
23. Karena hanya dengan cara itu kita bisa jujur pada diri sendiri
24. jujur pada diri sendiri mendekatkan kita pada taubat, dan taubat mendekatkan kita pada ampunan.
25. Ampunan adalah gambaran kita diridhoi. Dan Ridho adalah sebab kita dicintai.
26. Pada akhirnya Cinta ini yang membuat kita berkasih sayang.

Januari 25, 2014 Posted by | Uncategorized | 5 Komentar

Jikalah.. (disunting dari catatan sahabat)


Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang taubat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.

Suatu hari nanti
Ketika semua telah menjadi masa lalu
Aku tak ingin ada di antara mereka
Yang berpeluh darah dan berkeluh kesah:
Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.

[(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi
langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat
menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini?)-

(Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap
saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa aku dulu tak sanggup
bersabar meski hanya sedikit jua?)]

Suatu hari nanti,
Saat semua telah menjadi masa lalu
Aku ingin ada di antara mereka
Yang bertelekan di atas permadani
Sambil bercengkerama dengan tetangganya
Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu
Hingga mereka mendapat anugerah itu.

[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha
senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja
dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima di sini)-

(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak
mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam
raya, hingga sekarang aku berbahagia)]

November 5, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Selalu..!!


Selalu…berilah  ruang di hatimu untuk memaafkan

Selalu…berilah kesempatan pada jiwamu untuk bersabar

Selalu…

Karena Allah saja maha pengampun dan pemberi maaf

Tak usah terlalu picik memandang sesuatu, karena tak ada makhluk yang sempurna, begitupun dengan dirimuw cucu!!

Mungkin…

Telah banyak kata yang keluar dari mulutmu yang menyakiti orang lain tetapi mereka berbaik hati kemudian melupakan dan selanjutnya memaafkanmu

Atau juga

Telah banyak sikap dan perilaku dirimu yang tidak berkenan di hati orang lain kemudian mereka menganggap angin lalu, memahami dirimu kemudian bersabar dengan keadaan dirimu

Hmm…kembali,,,jangan terlalu picik memandang suatu masalah cucu!!

Karena kita diciptakan dalam keadaan yang unik, tidak ada yang sama

Karena kita diciptakan dengan emosi dan kesabaran yang berbeda

Kita diberikan kelebihan dan kekurangan yang tidak sama

Kita dikaruniai sifat baik dan buruk, untuk kemudian kita bisa belajar saling  mengerti, memahami  dan mencintai,,ah indaaah…

Kadang..

Saya iri dengan rasulullah…

Beliau dibersihkan dari sifat-sifat tercela kemudian ditanamkan hanya dengan sifat-sifat yang baik

Ah cucu..itu kan perilaku khusus sekelas rasulullah, amanah yang diemban sangat berbeda

Amanah sebagai manusia saja kamu masih kocar-kacir, masih sering harus di ingatkan untuk menjalaninya

Rabbi…

Karuniakan selalu kekuatan iman yang konsisten

Kelapangan ruang dihatiku untuk memaafkan

energi yang besar  untuk bersabar

Dan ketajaman pandangan mata hatiku

Rabb… bimbing hambaMu..

Selalu…

Juni 23, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Khitbah-Ta’aruf-Nikah Bagi Yang Siap!


Khitbah-Ta’aruf-Nikah Bagi Yang Siap! oleh @felixsiauw

  1. wahai pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah (HR Bukhari) | begitu pesan Nabi saw
  2.  siapakah yg dianggap siap menikah? | adl yg telah baligh, pahami Islam, dan dewasa, dia mampu selesaikan masalah, tanggung jawab
  3.  nikah adalah ikatan agung nan suci | dari sanalah terbangun bahtera dakwah berpsangan, dan madrasah balatentara Allah selanjutnya
  4.  karenanya, hal baik seperti nikah haruslah dimulai dengan yg baik | buruk awalnya biasanya buruk tengah dan akhirnya
  5.  Islam menolak maksiat dalam interaksi lelaki-wanita semacam tunangan dan pacaran | Nbai tak mengenalnya samasekali, bahkan melarangnya
  6.  namun Islam tukarkan metode maksiat dengan metode taat sebelum menikah | khitbah lalu #ta’aruf yg halal agar nikah menjadi baik
  7. pada asasnya, khitbah-#ta’aruf adl proses yg dijalani oleh org yg telah mantap hati dan siap nikah | utk pastikan diri dan calonnya
  8.  jadi khitbah-#ta’aruf bukanlah produk substitusi pacaran, bukanlah pembungkus maksiat pacaran atas nama yg lebih Islami
  9. jadi sebelum melakukan proses khitbah-ta’aruf, pastikan semua urusan telah diselesaikan, orangtua pahami niat dan restui niat itu
  10.  sebelum melakukan proses khitbah-ta’aruf, rencana jg sudah dibuat, kapan ajuan waktu nikah, prosesi nikah, dan segala kaitannya
  11.  nah, bila semua sudah usai dipastikan, maka saatnya memilih pasangan, memilahnya dari ribuan untuk satu kebahagiaan | ridha Allah
  12.  “wanita dinikahi karena 4, harta, keturunan, kecantikan, dan agama, pilihlah yg beragama maka engkau bahagia” (HR Bukhari-Muslim)
  13.  jelaslah usul Nabi, bagi yg tujuan pernikahannya adl ridha Allah dan membangun keluarga sakinah | pilihan utama pada agamanya
  14.  tak habis pikir, Muslim yg ada niatan menyunting istri dari non-Muslim, apa tujuannya? dakwah blm tentu sampai, mafsadat sudah jelas
  15.  lebih tak habis pikir, wanita Muslim yg kagum atau melihat lelaki non-Muslim menarik? jelas yg jadi standarnya bukan ridha Allah
  16.  maka saat persiapan pribadi jelas | pilahlah calon yg memenuhi standar agama kita, bila cantik, kaya dan bangsawan, itu bonus
  17.  paling mudah jadi aktivis dakwah :D, akhlak-pikir calon terikat syariat, “sudah dibina tinggal dibini”, tak perlu “dibini lalu dibina”
  18.  bagi yg blm jadi aktivis dakwah, carilah pasangan yg “mau dibina”, yg mau tunduk pada ayat Allah dan lisan Nabi, itu baik sekali
  19.  perlu pula saya sampaikan, bila karena fisik wanita dipilih bersiaplah menyesal setelah menikah | sekali lagi, pilih agamanya
  20.  saat pilihan sudah tetap, maka khitbah dilaksanakan | ia adl pinta persetujuan kpd calon yg diinginkan, utk menjadi pasangan hidupnya
  21.  bila izin sang wanita telah terucap, khitbah blm selesai | ada ridha walinya yg tetap menjadi syarat bagi yang melamar wanita
  22.  disini perlu interaksi pria utk datangi wali perempuan, sampaikan maksud dan niatan | sampaikan perencanaan yg telah disiapkan
  23.  tentu, perlu pula bagi wanita utk yakinkan kedua orangtuanya sebelumnya, pastikan tidak ada masalah setelah ada pelamar bertamu
  24.  bila niatan tak disambut walinya, berlega dirilah tak perlu datangi dukun atau melamun | naik pohon kelapa, liat, akhwat tak cuma satu
  25. segera tarik diri dan selesaikan urusan dengan akhwat yg tak disetujui walinya, bawa proposal pada akhwat yg siap, insyaAllah banyak
  26.  maka perlu kiranya, sejak awal saat akhwat telah merasa siap nikah, orangtua dikondisikan, agar tak menyulitkan pelamar kelak
  27.  bila niatan disambut baik wali akhwat, alhamdulillah, khitbah telah terlaksana, akad nikah terbuka depan mata, lanjutkan ke ta’aruf
  28.  beda ta’aruf dengan pacaran adl, bahwa ta’aruf memiliki batas waktu yg jelas dan tetap yaitu akad nikah, dan interaksi non-khalwat
  29.  mengenai batas waktu ta’aruf, tidak ada ketentuan, bisa esok hari atau tahun depan | lebih cepat lebih baik, serius itu cepat
  30.  perlu ditambahkan bagi ikhwan-akhwat | semakin panjang waktu ta’aruf, semakin besar potensi maksiat, selubungi pacaran atas nama ta’aruf
  31.  interaksi saat ta’aruf jg harus ditemani mahram, lelaki boleh menanyakan perkara yg menguatkannya untuk menikah, apapun itu
  32. perkara yg sensitif bisa diketahui dari orangtua, shahabatnya, saudaranya, atau musyrifahnya (ustadzahnya)
  33.  Rasul jg membolehkan melihat wanita hingga memiliki kecenderungan padanya, melihat disini terbatas memandang fisik dirinya, tidak lebih
  34.  memandang akhwat yg akan dinikahi juga tak perlu buka jilbab dan kerudung, perkara semisal itu bisa ditanyakan pada mahramnya
  35.  bagaimana interaksi via phone dan sms? | boleh selama ada keperluan | “sudah makan belum”, “sudah tahajud belum” bukan masuk keperluan
  36.  hati-hati mengotori proses ta’aruf, karena khalwat bisa terjadi bahkan di telp atau di sms, interaksi yg membuai dan sebagainya
  37.  jadi interaksi via telp dan sms, dilakukan dalam rangka siapkan pernikahan, bukan mengumbar rasa yang seharusnya setelah nikah
  38. ingat, ta’aruf itu tak hanya pada wanitanya, tapi juga keluarganya | boleh juga libatkan 2 keluarga silaukhuwah utk rencana nikah
  39.  selama ta’aruf pikirkan selalu, “apakah dia cocok menjadi ibu dari anak-anak kelak?” | “apakah ia bisa mengimami dan melindungi?”
  40.  bagaimana setelah ta’aruf lantas tidak merasa ada kecocokan? | sampaikan saja, dan segerakan untuk selesaikan urusan, itu lumrah
  41. lelaki berhak memilih wanita, dan wanita berhak untuk menolak | jangan rasa segan, karena tak ada korban dalam urusan ini
  42.  lalu bila telah pas di hati, lanjutkan ke jenjang pernikahan, setelah akad terucap | apapun halal bagimu dan baginya, segala urusan 😀
  43. perlu saya ingatkan sekali lagi, bagi lelaki | lakukan khitbah-nikah saat sudah siap, bukan menyiapkan diri setelah khitbah-ta’aruf
  44. bagi wanita, silahkan pantau yg melamar anda | bila kesiapan belum ada, lebih baik diminta bersiap daripada masalah penuh dibelakang
  45.  apakah kesiapan berarti miliki kerja? | “nafkah bukan syarat nikah, tapi kewajiban setelah nikah” | namun, bagi calon mertua itu penting
  46.  apakah wanita boleh inisiatif mulai proses khitbah-ta’aruf? | “boleh, laksana Khadijah binti Khuwailid kepada Muhammad bin Abdullah”
  47.  apakah khitbah perlu perantara ustadz/ustadzah? | “tak harus, boleh sendiri bila mampu dan mau”
  48.  apakah khitbah boleh lewat sms atau media lain? | “boleh, selama yg dikhitbah bisa pastikan bahwa itu real, merpati pos pun jadi”
  49.  akhir kalam, khitbah-ta’aruf-nikah bukan coba-coba, bukan pula permainan, niatan hanya Allah yg tahu | semoga dimudahkan menikah 🙂

 

Juni 23, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Lara


pagi tak hangat
siang gerah
sore gerimis
malam sepi

itu laramu!
mentari hangatkan jiwa, tapi kamu tidak!
hujan berkahi semesta, tapi jiwamu tidak!
malam lenyapkan nelangsa, tapi kamu tidak!!

jiwamu tak memaknainya
pikiranmu menghalanginya
karena bahagia itu.. kamu yang punya
karena bahagia itu.. syukur yang nyata

April 20, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar